Kompetensi Utama

Layanan


Hari Tanpa Bayangan berlangsung di Indonesia, ini deretan faktanya
Penulis : Indra Cahya • Media : merdeka.com • 10 Oct 2018 • Dibaca : 106 x ,

Merdeka.com - Hari ini, Rabu (10/10/2018) ditandai dengan fenomena alam bernama hari tanpa bayangan. Fenomena alam hari tanpa bayangan ini merupakan fenomena alam langka di mana matahari akan ada tepat di atas garis khatulistiwa. Akibatnya, Indonesia pada siang hari tidak akan memiliki bayangan sama sekali. Tidak cuma itu, matahari tentu akan terasa lebih terik dari biasanya.

Fenomena hari tanpa bayangan ini sempat terjadi beberapa bulan lalu, tepatnya 21 Maret 2018.

Melansir dari Tekno Liputan6.com, Adapun fenomena hari tanpa bayangan ini dibenarkan oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Mereka menyebut bahwa hari tanpa bayangan di 2018 ini setidaknya terjadi dua kali dalam satu tahun di Indonesia, yakni pada Maret-April dan September-Oktober.

Peneliti sains antariksa LAPAN Rhorom Priyatikanto, dalam keterangannya, mengungkap kalau selain Jakarta dan Serang, daerah lain yang posisinya ada di -6 derajat Lintang Selatan juga bakal mengalami Hari Tanpa Bayangan.

Adapun daerah lain seperti Cirebon, Semarang, dan Surabaya, akan mengalami Hari Tanpa Bayangan keesokan harinya. "Benar, nanti siang (9/10/2018) ada Hari Tanpa Bayangan. Bahkan nanti tugu monas nyaris tidak punya bayangan. Kalau di Jakarta sudah berlangsung 5 Maret dan hari ini (9/10/2018). Daerah lain itu keesokan harinya (10/10/2018)," ujar Rhorom.

Fenomena hari tanpa bayangan ini menandai matahari berada tepat di atas kepala selama 10 menit tepat di waktu Dzuhur.

Sebab terjadinya hari tanpa bayangan
Soal terjadinya hari tanpa bayangan, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Jasyanto pada Maret lalu turut menjelaskan. Hari tanpa bayangan bisa terjadi lantaran Bumi mengitari Matahari pada jarak 150 juta kilometer dalam periode 365 hari. Garis edar Bumi yang berbentuk lonjong, membuatnya bergerak lebih cepat dan kadang bisa bergerak lebih lambat.

Sementara, bidang edar dari Bumi disebut sebagai bidang ekliptika. Bidangnya miring 23,4 derajat ke bidang ekuator.

Dengan demikian, Matahari akan tampak di atas belahan Bumi selatan selama sekitar setengah tahun, dan akan berada di atas belahan Bumi selatan dalam setengah tahun sisanya.

"Perubahan posisi tampak Matahari ini menyebabkan perubahan musim, misalnya empat musim di wilayah subtropis dan musim kering-basah di Indonesia," paparnya soal hari tanpa bayangan.

Durasi siang dan malam akan sama
Ketika hari tanpa bayanganterjadi, ternyata ternadi fenomena lain berupa siang dan malam mempunyai durasi yang sama. Nama ilmiah dari fenomena ini adalah Vernal Equinox, yang berasal dari kata vernus yang artinya musim semi, serta equus yang artiya sama, dan noct yang artinya malam.

Wilayah ekuator Indonesia misalnya di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Matahari nanti akan berada di atas kepala pada siang hari, sehingga tugu tegak akan jelas terlihat tanpa bayangan.

Tidak semua bayangan akan hilang
Kepala LAPAN, Thomas Djamluddin, seperti dikutip Tekno Liputan6.com menjabarkan bahwasannya Hari Tanpa Bayangan adalah sebutan populer untuk kondisi astronomis saat matahari tepat berada di atas kepala pada siang hari. Jadi, Hari Tanpa Bayangan tidak berarti semua bayangan akan hilang dalam waktu satu hari.

"Setiap daerah berbeda, bergantung bintangnya. Di Jawa, sekitar awal Oktober dan awal Februari. Dampaknya hampir tidak ada, namun menarik untuk edukasi publik, tentang perubahan posisi matahari sepanjang tahun karena kemiringan sumbu rotasi Bumi," ujar Thomas soal hari tanpa bayangan.

Lebih terasa efeknya di Khatulistiwa
Hari tanpa bayangan biasanya hanya bisa disaksikan ketika seseorang berada tepat di Garis Khatulistiwa. Garis khatulistiwa atau ekuator, adalah garis imajiner yang mengelilingi Bumi dan membagi planet ini menjadi dua bagian, yaitu belahan Bumi utara dan belahan Bumi selatan.

Lalu bagaimana hari tanpa bayangan punya efek maksimal di khatulistiwa? Hal ini dikarenakan setiap lokasi di sepanjang khatulistiwa berjarak sama jauh dari Kutub Utara dan Kutub Selatan. Karena garis lintang ekuator adalah 0 derajat, maka matahari akan berada tepat di atas kepala pada tengah hari di saat ekuinoks, sehingga bayangan akan 'hilang'. [idc]









Sumber : https://www.merdeka.com/teknologi/hari-tanpa-bayangan-berlangsung-di-indonesia-ini-deretan-faktanya.html








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2018 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL