Kompetensi Utama

Layanan


Sinas KPA: Teknologi Penerbangan dan Antariksa Berperan dalam Pembangunan Berkelanjutan
Penulis Berita : Humas/Meg • Fotografer : Humas/DH • 06 Aug 2018 • Dibaca : 1708 x ,

Kepala LAPAN memaparkan materi terkait visi keantariksaan Indonesia 2016-2040.

LAPAN menyelenggarakan Seminar Nasional Kebijakan Penerbangan dan Antariksa (Sinas KPA). Seminar hasil kerja sama dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga (Unair) tersebut berlangsung di Ruang Amerta Unair, Surabaya, Jawa Timur, Senin (6/8).

Dalam sambutannya, Kepala LAPAN, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin, menjelaskan mengenai strategi pencapaian visi keantariksaan Indonesia 2016-2040. Ia menjelaskan bahwa terdapat lima landasan pengembangan penyelenggaraan kegiatan keantariksaan di Indonesia. Kegiatan tersebut yaitu terkait sains antariksa, penginderaan jauh, penguatan teknologi penerbangan dan antariksa, peluncuran satelit atau bandar antariksa, dan kegiatan komersial keantariksaan.

Tiga kegiatan pertama telah dilaksanakan, sementara itu tiga lainnya diharapkan lebih banyak dikaji dalam seminar ini, terutama terkait bandar antariksa. Thomas mengatakan, saat ini LAPAN sedang berupaya mempercepat kajian terkait bandar antariksa. Kajian tersebut termasuk pembangunan dan pengoperasiaannya.

Terkait kegiatan komersial keantariksaan, kecenderungannya peran pemerintah di bidang pengembangan teknologi antariksa saat ini telah bergeser. Kepala LAPAN mengatakan, di berbagai negara terutama di negara maju, swasta kini memiliki peran yang besar dalam pengembangan teknologi tersebut. Sementara itu, pemerintah berperan sebagai pionir agar mendorong swasta terjun di bidang ini. Untuk itu, Indonesia harus mempersiapkan diri mengingat masih banyak hal yang harus dikembangkan.

Ia melanjutkan, pengembangan teknologi antariksa saat ini harus mempertimbangkan aspek-aspek lain yang menjadi perhatian dunia. Aspek tersebut yaitu untuk menggali peran antariksa dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau tujuan pembangunan berkelanjutan. “Antariksa memiliki banyak hal yang dapat memberikan kontribusi terhadap SDGs. Untuk itu, kajian kebijakan terkait isu tersebut perlu disiapkan,” ujarnya.

SDGs bertujuan untuk kesejahteraan manusia. Wakil Rektor I Unair, Prof. Djoko Santoso, mengatakan bahwa keberadaan teknologi antariksa harus dapat memenuhi kebutuhan hidup atau untuk kemaslahatan manusia dan penuh manfaat.

Salah satu manfaat teknologi penerbangan dan antariksa yaitu di bidang ekonomi. Direktur Pendidikan Tinggi, Iptek, dan Kebudayaan Bappenas, Amich Alhumami, Ph.D., mengatakan bahwa teknologi penerbangan dan antariksa meningkatkan kemajuan ekonomi dan produktivitas. Terdapat berbagai nilai ekonomi yang disumbangkan oleh teknologi antariksa contohnya yaitu terkait komunikasi, navigasi, prakiraan cuaca, dan konektivitas. Teknologi ini juga mampu memberikan dukungan terhadap beberapa poin tujuan pembangunan berkelanjutan. Untuk itu, diperlukan rencana aksi nasional agar terjadi investasi yang nyata di bidang ini.

Di era globalisasi saat ini, semua negara memastikan memiliki akses untuk menggunakan ruang luar angkasa. Indonesiapun demikian, diharapkan ruang udara NKRI dapat digunakan untuk kemakmuran rakyatnya. Mengingat pentingnya antariksa, Guru Besar Tidak Tetap Unair, Prof. Dr. Makarim Wibisono, mengatakan bahwa antariksa harus menjadi prioritas nasional. Negara-negara yang maju di bidang ini memiliki prioritas terhadap kegiatan keantariksaan yang tercermin dari anggaran negaranya. Beberapa negara menggunakan sebanyak 0,9 hingga 2 persen GDP untuk kebutuhan pengembangan teknologi keantariksaan. Untuk itu, ia mengatakan, Indonesia perlu membangun kerangka yang efektif untuk menggunakan antariksa secara berkelanjutan.

Sinas KPA ini diselenggarakan untuk ketiga kalinya. Tema tahun ini yaitu Artikulasi Strategis Kebijakan Antariksa Menuju Pencapaian Visi Keantariksaan Indonesia 2016-2040 yang Mandiri, Maju, dan berkelanjutan. Terdapat empat topik pembahasan dalam seminar ini yaitu peran teknologi antariksa terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs); penyelenggaraan keantariksaan di Indonesia sesuai amanat UU Keantariksaan dan Perpres Rencana Induk terkait kebijakan pengembangan teknologi roket dan satelit; peran Indonesia dalam permasalahan orbit geostationer, definisi dan delimitasi antariksa, dan forum keantariksaan internasional; dan kegiatan komersial keantariksaan sesuai dengan amanat UU Keantariksaan atau ekonomi antariksa.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2018 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL