Kompetensi Utama

Layanan


Observatorium Nasional Timau Diresmikan Pembangunannya
Penulis Berita : Humas/And • Fotografer : Humas/And • 09 Jul 2018 • Dibaca : 1318 x ,

Kepala LAPAN dan Staf Ahli Bidang Relevansi dan Produktivitas Kemenristekdikti, disaksikan Bupati Kupang, menandatangani prasasti Obnas Timau

Observatorium Nasional yang digagas pembangunannya sejak 2015, kini telah memasuki tahapan persiapan pembangunan. Senin (09/07), berlangsung pencanangan situs Observatorium Nasional dan situs Taman Nasional Langit Gelap di lereng Gunung Timau, Amfoang Tengah dan Amfoang Barat Laut, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan tersebut sekaligus untuk meresmikan nama Observatorium Nasional Timau (Obnas Timau).

Obnas Timau diresmikan pembangunannya oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), yang diwakili penandatanganan prasastinya oleh Staf Ahli Bidang Relevansi dan Produktivitas, Dr. Agus Puji Prasetyono. Pada acara yang sama, Kepala LAPAN, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin juga mencanangkan pembangunan Kantor Pusat Operasional Obnas Timau dan Pusat Sains. Kantor tersebut berlokasi di Tilong, Kupang, NTT. Fungsinya sebagai fasilitas untuk operasional Obnas Timau sekaligus pusat edukasi keantariksaan.

Kegiatan diawali dengan upacara adat yang dihadiri oleh sekurangnya 1000 masyarakat Timau. Upacara yang dipimpin Ketua Adat, Yakobus Taemnanu berlangsung khidmat. Rombongan tamu yang dipimpin Kepala LAPAN diarak menuju plataran upacara dengan diiringi tarian dan nyanyian khas Amfoang. Di dalam salah satu bagian upacara diserahkan sirih pinang sebagai simbol penghargaan masyarakat NTT. Rangkaian ini diakhiri dengan penyembellihan hewan sapi. Seluruh rangkaian tersebut menjadi simbol bahwa masyarakat NTT, khususnya Amfoang Tengah dan Amfoang Barat Laut mendukung sepenuhnya upaya LAPAN membangun Obnas Timau.

Dalam sambutannya, Kepala LAPAN menjelaskan, Obnas Timau merupakan observatorium terbesar di Indonesia, bahkan di kawasan Asia Tenggara. Obnas ini, menurutnya masih jarang, di kawasan langit selatan, selain di Indonesia, hanya ada di Amerika Selatan, Afrika Selatan, dan Australia.

Mengapa dipilih Amfoang? Hal tersebut karena alasan cuaca, yaitu merupakan wilayah yang paling banyak memiliki malam cerah. Sehingga hal itu penting untuk pengamatan bintang dan benda-benda laingit lainnya. “Amfoang masih gelap, jauh dari polusi cahaya kota. Sehingga tidak mengganggu pandangan dalam melakukan pengamatan,” imbuh Thomas.

Oleh karena itu, “Mari kita jaga lingkungan Amfoang tetap gelap. Tidak berarti listrik tidak boleh masuk, namun meminimalkan penggunaan cahaya lampu di luar rumah. Jika memerlukan cahaya penerangan di luar, sebaiknya diarahkan ke bawah dan sebaiknya rumah yang dibangun kedap cahaya,” sambungnya.

Untuk mendukungnya, LAPAN melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Dinas Pariwisata Kabupaten Kupang untuk memperbaiki infrastruktur dan fasilitas jalan agar akses menuju lokasi lancar. Selain itu, PLN dilibatkan dalam menyiapkan fasilitas jaringan listrik. LAPAN juga mengupayakan akses komunikasi bisa masuk ke wilayah ini. Selain bermanfaat untuk kelancaran komunikasi masyarakat Amfoang, sarana prasarana komunikasi akan digunakan untuk akses pengiriman data yang kemudian diolah di kantor pengendali yang di Tilong, LAPAN Bandung, dan beberapa perguruan tinggi yang bekerja sama.

Thomas berharap, Obnas Timau diharapkan bisa berdampak bagi pencerdasan masyarakat di kawasan Indonesia Timur, Khususnya NTT. Secara nasional, LAPAN mendukung pengembangan iptek Indonesia di kawasan timur agar lebih maju dan mandiri.

Sementara, Staf Ahli Bidang Relevansi dan Produktivitas dalam sambutannya menyampaikan pesan Menristekdikti supaya dilakukan berbagai upaya yang bisa memberikan manfaat. Pembangunan ini bisa dimanfaatkan tidak hanya oleh kalangan perguruan tinggi, namun juga pelajar di tingkat SD, SMP, maupun SMA. “Dengan adanya obnas ini, dinamika ilmu pengetahuan akan berkembang. Dari segi ekonomi, fasilitas tersebut dapat meningkatkan geliat kepariwisataan masyarakat Amfoang.

Bupati Kupang, Ayub Titu Eki menyambut baik upaya LAPAN dan dukungan Menristekdikti tersebut. Dengan dukungan ini, ia menghimbau masyarakat Amfoang tetap menjaga kawasan Gunung Timau tetap bersih dan terjaga kelestariannya meskipun akan banyak kedatangan wisatawan dan para peneliti dari luar Amfoang.

“Pembangunan Obnas ini menjadi titik tolak kemerdekaan Amfoang. Potensi ini sangat bagus untuk membangkitkan perekonomian Amfoang yang sampai saat ini masih tergolong terbelakang,” ungkapnya. Maka ia akan serius mengupayakan pengelolaan wilayah Amfoang. Salah satunya, upaya menyuguhkan wisata kuliner khas Amfoang untuk ditawarkan kepada pendatang. Sehingga hal tersebut bisa meningkatkan perekonomian warga Amfoang, tanpa mengurangi estetika kemurnian dan keindahan alam Amfoang.

Obnas Timau dibangun atas prakarsa LAPAN bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Nusa Cendana (Undana), dan Pemerintah Kabupaten Kupang. Obnas ini akan dilengkapi dengan teleskop optik berdiameter 3,8 meter.

Rangkaian acara ini diakhiri dengan kegiatan Star Party (pengamatan bintang) di malam harinya. Kegiatan tersebut untuk memberi gambaran kepada masyarakat tentang keindahan antariksa yang akan bisa dinikmati dari lokasi tersebut.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2018 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL