Kompetensi Utama

Layanan


SD Pulau Kelapa Kunjungi LAPAN
Penulis Berita : Humas/EN • Fotografer : Humas/Ir • 13 May 2018 • Dibaca : 273 x ,

Siswa SD Negeri 02 Pagi Pulau Kelapa mendengarkan paparan mengenai teknologi pennerbangan dan antariksa.

Sejumlah 37 siswa kelas enam dan 23 guru SD Negeri 02 pagi Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu, Jakarta, mengunjungi Kantor Pusat LAPAN di Rawamangun, Jakarta, Jumat (11/5). Kepala sekolah, Rustini, menyampaikan bahwa tujuan kunjungan ini yaitu untuk mengetahui lebih jauh tentang hasil karya LAPAN dan ingin memberikan motivasi dan ilmu pengetahuan bagi anak didik. Dengan demikian, para siswa mendapatkan pencerahan dan wawasan tentang ilmu-ilmu yang ada di LAPAN. 

Kepala Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Protokol, Noer Laela Sari, mewakili pimpinan LAPAN mengatakan bahwa LAPAN memiliki tugas untuk memberikan informasi kepada generasi muda dan sangat terbuka untuk dikunjungi.

Pada kunjungan itu, Pranata Humas LAPAN, Mega Mardita memaparkan mengenai kegiatan penelitian dan pengembangan di LAPAN. Dalam paparannya, ia menjelaskan mengenai pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi penerbangan dan antariksa. Hal ini disebabkan, teknologi tersebut sangat bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari manusia. Penggunaannya misalnya yaitu melalui sayelit, masyarakat dapat menggunakan telepon seluler dan GPS. Selain itu, teknologi antariksa juga sangat bermanfaat dalam bidang perbankan, pelayanan kesehatan, mitigasi bencana, pertanian, dan kemaritiman.

Ia melanjutkan, LAPAN mempunyai empat kompetensi utama. Yang pertama terkait sains antariksa dan atmosfer, adalah ilmu yang mempelajari tentang atmosfer Bumi benda di luar angkasa, benda-benda tersebut dapat berupa benda-benda seperti matahari dan bulan. LAPAN melakukan prediksi cuaca antariksa, seperti badai matahari. Badai matahari ini tidak berpengaruh terhadap kehidupan mahluk hidup di bumi, namun dapat mempengaruhi teknoogi canggih sperti satelit, navigasi, dan listrik. LAPAN juga melakukan pemantauan benda jatuh antariksa yang diakibatkan sampah antariksa. Terkait penelitian atmosfer, LAPAN memantau kondisi cuaca dan atmosfer untuk meminimalisasi dampak bencana hidrometeorlogis seperti hujan ekstrim, badai, bajir, longsor, dan kekeringan.

Kompetensi berikutnya yaitu terkait ilmu pengetahuan dan teknologi penerbangan dan antariksa. Produk teknologi ini yaitu satelit, roket, dan pesawat terbang. Mega menjelaskan bahwa roket merupakan kendaraan untuk meluncurkan satelit ke luar angkasa. Saat ini LAPAN telah membangun tiga satelit yang telah diluncurkan ke luar angkasa. Satelit tersebut yaitu LAPAN-A1/ LAPAN-Tubsat, LAPAN-A2/ LAPAN-ORARI, dan LAPAN-A3/ LAPAN-IPB. Satelit tersebut digunakan untuk pemantauan Bumi. Bahkan satelit LAPAN A2 dan A3 dapat mengidentifikasi kapal-kapal laut.

Di bidang penerbangan, LAPAN bekerja sama dengan PT Dirgantara Indonesia mengembangkan pesawat terbang N219 untuk 19 penumpang. Pesawat ini didesain untuk dapat lepas landas dan mendarat di landasan pendek sehingga cocok digunakan untuk transportasi di pulau-pulau kecil. Selain pesawat berpenumpang, LAPAN juga telah mengembangkan pesawat tanpa awak atau LAPAN Surveillance UAV (LSU), pesawat ini dapat menempuh jarak 200 kilometer dan terbang selama tiga jam. LSU buatan LAPAN telah digunakan untuk pemantauan gunung berapi, banjir dan longsor.

Kompetensi ketiga yaitu di bidang penginderaan jauh. LAPAN memiliki tugas untuk menyediakan citra satelit. Citra tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti pemantauan lingkungan, garis pantai, terumbu karang, penebangan hutan secara ilegal, perkebunan, pertanian, perkotaan, zona penangkapan ikan, pegunungan, dan kebakaran hutan. Citra tersebut juga sangat bermanfaat dalam mitigasi dan penanganan bencana. 

Kompetensi yang terakhir yaitu Kajian Kebijakan Penerbangan dan Antariksa. Di bidang ini, LAPAN melakukan kajian terkait aspek-aspek dalam kegiatan keantariksaan, misalnya ekonomi, politik, sosial, dan hukum. Kajian tersebut juga telah melahirkan Undang-undang Nomor 21 Tahun 2013 tentang Keantariksaan. Undang-undang tersebut dapat menjadi pendorong bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi penerbangan dan antariksa.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2018 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL