Kompetensi Utama

Layanan


Guru SMA Negeri 21 Jakarta Berlatih Roket Air di LAPAN
Penulis Berita : Humas/PS • Fotografer : Humas/PS • 03 Feb 2018 • Dibaca : 535 x ,

Para guru SMAN 21 Jakarta meluncurkan roket air yang telah dibuatnya.

Sebanyak 53 guru SMA Negeri 21 Jakarta mengunjungi Pusat Teknologi Roket (Pustekroket) LAPAN di Rumpin, Bogor, Sabtu (3/2). Kunjungan ini merupakan rangkaian pelatihan dan studi lapangan terkait roket air. 

Kepala Bagian Humas LAPAN, Jasyanto, dalam acara tersebut mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan sebagai edukasi dalam meningkatkan kemampuan pengetahuan pendidik terhadap teknologi. Ia menyampaikan bahwa roket merupakan salah satu kompetensi utama LAPAN. Ia juga menjelaskan bahwa terdapat lomba roket air baik tingkat nasional dan Asia Pasifik.

Wakil Kepala Sekolah SMA Negeri 21 Jakarta, Jundan Iskandar, dalam kunjungan tersebut berharap bahwa kegiatan ini akan meningkatkan pengetahuan para pendidik terkait dasar-dasar roket. Dengan demikian, pengetahuan tersebut dapat ditularkan kepada anak didik.

Dalam kunjungan tersebut, Kepala Bidang Diseminasi Pustekroket LAPAN, Lilis Mariani, mengatakan bahwa Pustekroket merupakan satu-satunya lembaga penelitian dan pengembangan roket di Indonesia. Ia berharap pelatihan roket air ini akan bermanfaat dalam menambah ilmu dan wawasan para pendidik. 

Lilis menjelaskan bahwa roket adalah wahana luar angkasa bekerja dengan berdasar aturan ilmiah yang disebut hukum Newton I, II, dan III tentang gerak. Hukum Newton III disebut hukum aksi reaksi yaitu untuk setiap tindakan (aksi), ada reaksi sama dan berlawanan. Pada roket kekuatan besar (aksi) yang dihasilkan oleh gas panas yang menembak ke belakang dari mesin roket menghasilkan gaya yang sama (reaksi) yang mendorong roket ke depan melalui ruang angkasa.

Dalam kunjungan tersebut, Lilis juga menjelaskan mengenai sejarah roket yang diawali dengan penggunaan kembang api pada abad ke-13 di China. Dengan berjalannya waktu, perkembangan roket modern berrmula ketika seorang insinyur dari Amerika Serikat berhasil meluncurkan roket pertama pada 1926 di Auburn Massachusetts. Sementara itu, Indonesia, mulai mengembangkan roket pada 1963, dengan roket pertamanya yaitu Kartika. Beberapa roket yang dikemangkan LAPAN hingga 2017 antara lain RX 100, RX 150, RX 250, RX 320, dan RX 450. Ia mengatakan bahwa roket yang dikembangkan LAPAN bertujuan untuk membuat Roket Peluncur Satelit (RPS).

Dalam pelatihan tersebut, peserta belajar membuat roket air kemudian meluncurkannya. Roket air merupakan contoh roket yang paling sederhana dengan menggunakan teori dan prinsip kerja roket. Roket air dibuat dengan menggabungkan dua botol bekas minuman bersoda. Bagian ujung atas botol diberi plastisin sebagai pemberat. Sementara itu, bagian bawah dipasang sirip dari bahan infraboard untuk menjaga stabilitas terbang.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2018 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL