Kompetensi Utama

Layanan


LAPAN Gelar Pengamatan Langsung Gerhana Bulan total untuk Umum
Penulis Berita : Humas/Pussainsa/BPAAAgam/BPAASumedang/BUTPAAGarut/BPAAPasuruan/BPAAPontianak/BalaiBiak • Fotografer : BPAAPasuruan • 01 Feb 2018 • Dibaca : 2825 x ,

Hasil foto Gerhana Bulan Total dari BPAA Pasuruan

LAPAN melakukan pengamatan gerhana Bulan Total (GBT) di berbagai wilayah di Indonesia, Rabu (31/1). GBT tahun ini merupakan peristiwa langka karena terjadinya tiga fenomena dalam satu waktu yaitu supermoon atau Bulan berada pada jarak terdekat dengan Bumi, bluemoon atau purnama kedua pada bulan ini, dan bloodmoon atau warna Bulan yang terlihat merah saat GBT. Fenomena seperti ini terakhir teramati 152 tahun yang lalu.

Pengamatan berlangsung di Balai Pengamatan Antariksa dan Atmosfer (BPAA) Agam, Pusat Sains Antariksa Bandung, BPAA Sumedang, Balai Uji Teknologi dan Pengamatan Antariksa dan Atmosfer (BUTPAA) Garut, BPAA Pasuruan, BPAA Pontianak, dan Balai Kendali Satelit, Pengamatan Antariksa dan Atmosfer, dan Penginderaan Jauh Biak (Balai Biak). Kegiatan pengamatan yang terbuka untuk umum ini bertujuan sebagai sarana edukasi keantariksaan kepada publik.

BPAA Agam melakukan pengamatan dan pengambilan data GBT di lapangan kantin atau lapangan Wirapraja Bukittinggi. BPAA Agam menyediakan dua teleskop. Satu teleskop dihubungkan dengan kamera DSLR yang tersambung dengan komputer dan proyektor sehingga masyarakat bisa menyaksikan melalui layar. Sementara itu, teleskop lainnya digunakan untuk pengamatan langsung yang dapat digunakan oleh masyarakat umum. 

Pusat Sains Antariksa mengadakan pengamatan GMT yang terbuka untuk umum pada pukul 18.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB. Sebelum memulai pengamatan, peneliti LAPAN Gunawan memaparkan kepada peserta mengenai gerhana bulan. Ia menjelaskan mengenai fase-fase Bulan. Para peserta juga memperoleh penjelasan mengenai periode sinodis bulan purnama sebelum mereka menyaksikan secara langsung GBT di atap gedung. Panitia juga memutar tayanagan live streaming GBT di ruang Matahari. Pengamatan ini di hadiri oleh 227 pengunjung. 

BPAA Sumedang menyiapkan dua teleskop, satu untuk pengamatan oleh pengunjung dan yang lainnya untuk pengambilan gambar dan video. BPAA Sumedang juga menyediakan layar untuk pemutaran streaming video. Selain itu, di dalam aula juga diputar video animasi gerhana. Pengamatan tersebut diikuti oleh 453 pengunjung yang berasal dari kalangan siswa TK hingga perguruan tinggi. Terdapat pula masyarakat yang berasal dari luar Kabupaten Sumedang. 

Di BUTPAA Garut, pengamatan GBT diikuti oleh 60 siswa dan guru dari dua belas Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat di sekitar Garut. Sebelum pengamatan, Kepala BUTPAA Garut, Bambang Suhandi memaparkan mengenai kegiatan LAPAN dalam mewujudkan visi untuk menjadi pusat unggulan ilmu pengetahuan dan teknologi penerbangan dan antariksa. Kemudian, peneliti LAPAN, Rhorom Priyatikanto memaparkan mengenai informasi GBT. Informasi tersebut terkait orbit Bulan dan Bumi.

Pengamatan dilakukan dengan teleskop refraktor yang dilengkapi kamera digital multi-warna serta dua buah teleskop untuk pengamatan langsung. Mendung sempat menyelimuti langit, terutama di ufuk timur. Hal ini menghambat tim pengamat yang dipimpin Acep Nugraha untuk mengabadikan mulainya gerhana yang terjadi pada pukul 18:48 WIB. Namun, kondisi langit Garut perlahan membaik dan memberikan kesempatan bagi tim untuk memotret Bulan beberapa menit sebelum tertutup sepenuhnya oleh bayang-bayang Bumi. Paralel dengan kegiatan pengamatan di lapangan, Ketua MUI Kecamatan Cikelet, Aceng Muhidin memimpin sholat gerhana di hangar integrasi roket. 

Pengamatan GBT di BPAA Pasuruan diikuti oleh 500 pengunjung yang berasal dari Pasuruan, Surabaya, Mojokerto, Sidoarjo, dan Malang. Di BPAA Pasuruan disediakan dua teleskop yang diletakkan di halaman kantor dan atap gedung. Teleskop tersebut disambungkan ke monitor layar lebar untuk memudahkan masyarakat menyaksikan GBT. Tepat pukul 18.48 WIB, BPAA Pasuruan memperoleh gambar gerhana bulan parsial atau awal umbra. Puncak gerhana terjadi pada pukul di 20.30 WIB . GBT berakhir atau akhir penumbra pada pukul 22.11 WIB . Selain melakukan pengamatan gerhana bulan total, BPAA Pasuruan juga menyelenggarakan sholat gerhana di halaman kantor yang dipimpin oleh Kepala Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan. 

Di BPAA Pontianak, selain membuka pengamatan GBT untuk umum, Kepala Balai, Muzirwan, juga memaparkan mengenai proses terjadinya gerhana matahari dan bulan serta pengetahuan tentang planet-planet. Di Pontianak, fase awal gerhana Bulan sempat terlihat, namun kemudian tertutup awan. Kemudian, GBT terlihat jelas pada pukul 20.44. BPAA Pontianak juga menyelenggarakan sholat gerhana.

Balai LAPAN Biak mengundang 32 siswa dan guru SMA di Kabupaten Biak Numfor untuk bersama-sama menyaksikan GBT. Sebelum memulai pengamatan, Kepala Balai Biak, Dian Yudistira memaparkan menganai fenomena GBT. Para siswa juga memperoleh penjelasan mengenai sumulasi gerhana Bulan dan cara penggunaan teleskop. Sayangnya, GBT tidak dapat diamati dari Balai Biak karena terhalang awan hitam.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2018 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL