Kompetensi Utama

Layanan


LAPAN Paparkan Pengetahuan Sampah dan Benda Jatuh kepada Masyarakat Sumenep
Penulis Berita : Humas/And • Fotografer : Humas/And • 18 Apr 2017 • Dibaca : 9863 x ,

Bupati Sumenep, KH. A. Busyro Karim menyampaikan sambutan kepada peserta dan jajaran narasumber Diseminasi Pengetahuan Sampah dan Benda Jatuh Antariksa di Sumenep

LAPAN menyelenggarakan diseminasi pengetahuan sampah dan benda jatuh antariksa pada Selasa (18/04), di Ruang Graha Ariawiraraja, Kantor Bupati Sumenep, Jawa Timur. Kegiatan tersebut menjadi jawaban rasa penasaran masyarakat terkait peristiwa jatuhnya Roket Falcon 9 milik Amerika Serikat di beberapa titik wilayah Pulau Madura. Jatuhnya Falcon 9 sebagai sampah antariksa, memang sangat mengejutkan masyarakat setempat.

Kegiatan dibuka secara resmi Bupati Sumenep, KH. A. Busyro Karim. Menurutnya, momentum ini sangat penting bagi masyarakat Sumenep. Mengingat kejadian jatuhnya sampah Roket tersebut pada September 2016 cukup membuat kebingungan dan kekhawatiran rakyat di sekitar lokasi jatuh. Belajar dari pengalaman tersebut, pihaknya merasa harus memahami pengetahuan tentang keantariksaan.

“Amerika telah menguasai data-data berbagai wilayah di Indonesia, karena negara tersebut memiliki teknologi canggih seperti satelit yang dapat memantau setiap saat,” kisahnya. Berangkat dari pengalamannya mempelajari hal tersebut, Busyro berharap agar kesempatan bertemu muka dengan LAPAN memberikan manfaat yang besar.

Mewakili LAPAN, Kepala Pusat Sains Antariksa (Pussainsa), Clara Y. Yatini menyampaikan, pertemuan ini menjadi sarana pengenalan LAPAN di tengah masyarakat Sumenep. “Kami sebagai lembaga riset di bidang penerbangan dan antariksa, memiliki beberapa lokasi fasilitas yang ada di beberapa daerah di Indonesia,” jelasnya. Pada kesempatan kali ini, ia melibatkan Tim Pussainsa, Pusat Teknologi Satelit (Pusteksat), Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer (PSTA), serta keterlibatan praktisi dari ITB.

Peristiwa jatuhnya pecahan roket Falcon 9 di wilayah Indonesia merupakan kejadian yang ke-4, setelah di Gorontalo, Lampung, dan Bengkulu. Potensi jatuhnya benda antariksa memang harus diketahui masyarakat Indonesia. Apalagi, dibanding negara-negara lain, posisi Indonesia yang terletak di garis kathulistiwa sangat potensial terkena dampak jatuhnya sampah dan benda jatuh antariksa. Sebab, baik satelit yang melintas di orbit polar maupun ekuator akan selalu melintasi wilayah Indonesia.

Dalam laporannya, Koordinator Acara, Yoga Andrian menyampaikan, kegiatan digagas sebagai manifestasi LAPAN dalam mengemban amanah UU RI Nomor 21 Tahun 2013 tentang Keantariksaan. Dalam rangkaian penguasaan teknologi keantariksaan, LAPAN telah membangun satelit secara mandiri. Satelit pertama LAPAN-A1/LAPAN-TUBSat telah mengorbit tahun 2007. Kini sudah tiga generasi satelit eksperimental yang telah diluncurkan.

Semakin tinggi teknologi tersebut, tantangannya semakin besar. Sebagaimana informasi NASA dengan terdeteksinya sejumlah 23.000 obyek di orbit rendah, potensial terhadap terjadinya benda jatuh antariksa. Wawasan pengetahuan tersebut harus menyentuh masyarakat. Yoga berharap, kegiatan ini sebagai upaya untuk meningkatkan kepedulian akan isu sampah dan benda jatuh antariksa.

Sesi pemaparan dan diskusi diisi oleh beberapa narasumber yang kompeten di bidangnya. Standar Layanan Sistem Informasi Benda Jatuh dan Sampah Antariksa serta mitigasi bencana disampaikan oleh Peneliti Pussainsa, Rhorom Priyatikanto. Sementara Tiar Dani memaparkan Analisis Benda Jatuh Antariksa yang Jatuh di Sumenep. Praktisi dari ITB, Dr. Endang Soegiartini menyampaikan pengenalan Benda Kecil di Tatasurya dan Dinamikanya.

Masih terkait pengetahuan tentang antariksa, LAPAN juga mengenalkan tentang dunia litbang satelit yang dikembangkan sampai saat ini. Pemaparannya disampaikan oleh Plt. Kepala Pusteksat, Abdul Karim. Kemudian pengenalan riset terkait Kadar Oksigen dan CO2 di Pulau Gili Iyang, Sumenep disampaikan oleh Peneliti PSTA, Saipul Hamdi. 

Diseminasi dihadiri oleh para perwakilan dari Bappeda, Badan Lingkungan Hidup, Dinas Komunikasi dan Informasi, Dinas Perhubungan, Polres, BMKG, Forum Pimpinan Kecamatan Giligenting (Camat, polsek, dan Koramil), Dinas Pariwisata, UNIJA, dan para perwakilan Kepala Desa. Turut hadir pula Kepala PSTA, Halimurrahman.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815



© 2017 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL