Kompetensi Utama

Layanan


LAPAN Bertambah Dua Profesor Riset
10 Nov 2016 • Dibaca : 17741 x ,

Majelis Pengukuhan Profesor Riset mengukuhkan dua profesor riset LAPAN. Dua peneliti utama bidang penginderaan jauh yang dikukuhkan adalah Dr. Erna Sri Adiningsih dan Dr. Muchlisin Arief. Upacara pengukuhan akan berlangsung pada Kamis, 10 November 2016 di Kantor LAPAN Pusat, Jalan Pemuda Persil Nomor 1 Rawamangun, Jakarta Timur. 

Di dalam upacara pengukuhan yang diselenggarakan LAPAN, kedua profesor riset akan menyampaikan orasi pengukuhan tentang capaian hasil riset yang menjadi obyek penelitian. 

Dengan demikian, sampai saat ini, LAPAN telah mengantongi sejumlah 16 profesor riset dari 283 peneliti, untuk berbagai bidang penelitian, meliputi teknologi penerbangan dan antariksa, penginderaan jauh, serta sains antariksa dan atmosfer. Dari sumber data LIPI, secara nasional, Indonesia memiliki 465 profesor riset dari sejumlah 9477 peneliti.

Dalam kesempatan ini, Erna akan menyampaikan orasi tentang pengembangan model deteksi bencana hidrometeorologi berbasis data penginderaan jauh. Pemaparan tersebut berdasarkan riset yang berangkat dari kondisi posisi geografis Indonesia di wilayah yang rawan bencana hidrometeorologi, yang konsekuensinya perlunya kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi sepanjang tahun. Di sisi lain, ancaman tersebut meningkat seiring dengan terjadinya perubahan dan variabilitas iklim. Oleh sebab itu, mitigasi bencana diperlukan sebagai upaya mengurangi dampak negatifnya melalui pembangunan sistem deteksi bencana yang didukung oleh pengembangan model deteksi bencana hidrometeorologi berbasis data penginderaan jauh satelit yang dinamis, responsif, dan handal, baik masa kini maupun masa yang akan datang. 

Riset yang dilakukan berbasis data penginderaan jauh satelit khususnya untuk anomali cuaca dan iklim, banjir, kekeringan, serta kebakaran hutan dan lahan. Hal itu menghasilkan keluaran informasi spasial yang dinamis sesuai dengan perubahan kondisi wilayah. Riset yang dilakukan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang karakteristik spasial dan temporal dari bencana hidrometeorologi dibandingkan dengan menggunakan data stasiun meteorologi.

Selanjutnya, Dr. Muchlisin akan menyampaikan orasi tentang peran matematika pada pengolahan citra digital penginderaan jauh. Tema yang disampaikan berangkat dari kegiatan riset yang dilakukan dalam melakukan pengolahan citra digital. Dimanakegiatan tersebut sebagai suatu bidang ilmu yang berkembang sangat pesat sejalan dengan kemajuan teknologi. Perkembangan yang pesat terjadi seiring dengan munculnya teknologi komputer yang sanggup mengikuti kecepatan proses dan kapasitas memori yang dibutuhkan oleh berbagai algoritma pengolahan citra. Sejak saat itu, berbagai algoritma pengolahan citra mulai dikembangkan. 

Tema yang diusung Muchlisin untuk memberikan gambaran pengolahan citra digital berdasarkan pendekatan resolusi citra satelit. Adapun pengolahan tersebut dikelompokkan ke dalam dua kategori, yaitu pendekatan berbasis piksel dan berbasis objek.

Hasil dari pengolahan citra dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan memetakan kondisi nyata suatu wilayah atau sumber daya alam di wilayah tertentu. Informasi tersebut dapat digunakan sebagai parameter dalam menentukan alternatif kebijakan pembangunan di masa kini dan masa yang akan datang. Intinya, mengarahkan pada pembangunan sumber daya alam yang berkelanjutan. 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815



© 2017 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL