Kompetensi Utama

Layanan


Teknologi Satelit
16 Oct 2018
Deskripsi

Teknologi antariksa sebagai suatu infrastruktur yang dapat membantu hidup manusia, contohnya adalah teknologi Satelit Buatan Manusia. Satelit merupakan sebuah benda di angkasa yang berputar mengikuti rotasi bumi. Satelit dapat dibedakan berdasarkan bentuk dan kegunaanya seperti: satelit cuaca, satelit komonikasi, satelit iptek, dan satelit militer.
Untuk dapat beroperasi, satelit diluncurkan ke orbitnya dengan bantuan roket. Negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Rusia, Perancis dan belakangan Cina, telah memiliki stasiun untuk melontarkan satelit ke orbitnya. 
Posisi satelit pada orbitnya ada tiga macam, yaitu:
• Low Earth Orbit (LEO): 500-2.000 km di atas permukaan bumi.
• Medium Earth Orbit (MEO): 8.000-20.000 km di atas permukaan bumi.
• Geosynchronous Orbit (GEO): 35.786 km di atas permukaan bumi.
Seluruh pergerakan satelit dipantau dari bumi atau yang lebih dikenal dengan stasiun pengendali. Cara kerja dari satelit yaitu dengan cara uplink dan downlink. Uplink yaitu transmisi yang dikirim dari bumi ke satelit. Sedangkan, downlink yaitu transmisi dari satelit ke stasiun bumi.
Komunikasi satelit pada dasarnya berfungsi sebagai repeater di langit. Satelit juga menggunakan transponder, yaitu sebuah alat untuk memungkinkan terjadinya komunikasi dua arah.
Antena satelit sangat penting peranannya dalam jaringan komunikasi satelit karena benda ini berfungsi sebagai penerima transimisi di setiap kawasan di dunia. Sedangkan, satellite spacing (penempatan satelit) digunakan agar dalam melakukan transmisi lebih mudah berdasarkan kawasannya. Sedangkan, power system yang digunakan oleh satelit diperoleh melalui sinar matahari yang diubah ke bentuk listrik yang menggunakan Sel Surya (Solar cells). Selain itu, satelit juga dilengkapi dengan sumber tenaga yang berdurasi 12 tahun yang merupakan bahan bakarnya agar dapat beroperasi.

Jenis satelit
Di bawah ini adalah penjelasan dari jenis – jenis Satelit, antara lain:
• Satelit Astronomi adalah satelit yang digunakan untuk mengamati planet, galaksi, dan objek angkasa lainnya yang jauh.
• Satelit Komunikasi adalah satelit buatan yang dipasang di angkasa dengan tujuan telekomunikasi menggunakan radio pada frekuensi gelombang mikro. Kebanyakan satelit komunikasi menggunakan orbit geosinkron atau orbit geostasioner, meskipun beberapa tipe terbaru menggunakan satelit pengorbit Bumi rendah.
• Satelit Pengamat Bumi adalah satelit yang dirancang khusus untuk mengamati Bumi dari orbit, seperti Satelit Reconnaissance tetapi ditujukan untuk penggunaan non-militer seperti pengamatan lingkungan, meteorologi, pembuatan peta, dan lain-lain.
• Satelit Navigasi adalah satelit yang menggunakan sinyal radio yang disalurkan ke penerima di permukaan tanah untuk menentukan lokasi sebuah titik dipermukaan bumi. Salah satu satelit navigasi yang sangat populer adalah GPS milik Amerika Serikat selain itu ada juga Glonass milik Rusia. Bila pandangan antara satelit dan penerima di tanah tidak ada gangguan, maka dengan sebuah alat penerima sinyal satelit (penerima GPS), bisa diperoleh data posisi di suatu tempat dengan ketelitian beberapa meter dalam waktu nyata.
• Stasiun Angkasa adalah struktur buatan manusia yang dirancang sebagai tempat tinggal manusia di luar angkasa. Stasiun luar angkasa dibedakan dengan pesawat angkasa lainnya oleh ketiadaan propulsi pesawat angkasa utama atau fasilitas pendaratan; dan kendaraan lain digunakan sebagai transportasi dari dan ke stasiun. Stasiun Angkasa dirancang untuk hidup jangka-menengah di orbit, untuk periode mingguan, bulanan, atau bahkan tahunan.
• Satelit Cuaca adalah satelit yang digunakan untuk mengamati cuaca dan iklim Bumi.
• Satelit Miniatur adalah satelit yang ringan dan kecil. Klasifikasi baru dibuat untuk mengkategorikan satelit-satelit ini, antara lain: satelit mini (500–200 kg), satelit mikro (di bawah 200 kg), satelit nano (di bawah 10 kg).




Gambar Satelit-Satelit LAPAN (A1 – A3)

Satelit-Satelit LAPAN
Di bawah ini adalah satelit-satelit yang dihasilkan oleh LAPAN 


Satelit LAPAN-TUBSAT (LAPAN-A1)



Satelit LAPAN-IPB (LAPAN-A3)




Jenis orbit



Gambar Orbit Satelit-Satelit LAPAN


Banyak satelit dikategorikan atas ketinggian orbitnya, meskipun sebuah satelit bisa mengorbit dengan ketinggian berapa pun.
• Orbit Rendah (Low Earth Orbit, LEO): 300 – 1500 km di atas permukaan bumi. Gambar Satelit di Orbit
• Orbit Menengah (Medium Earth Orbit, MEO): 1500 – 36000 km.
• Orbit Geosinkron (Geosynchronous Orbit, GSO): sekitar 36000 km di atas permukaan Bumi. 
• Orbit Geostasioner (Geostationary Orbit, GEO): 35790 km di atas permukaan Bumi.
• Orbit Tinggi (High Earth Orbit, HEO): di atas 36000 km.
Orbit berikut adalah orbit khusus yang juga digunakan untuk mengkategorikan satelit.
• Orbit Ekuatorial, merupakan orbit yang berada di atas garis katulistiwa (Ekuator) yang bergerak dari Barat ke Timur , atau Timur Ke Barat.
• Orbit Polar, orbit satelit yang melintasi kutub (Kutub Utara dan Selatan).





Cara kerja satelit
1. Cara kerja satelit secara sistem konvensional :
Yaitu dengan mengirimkan sinyal dari stasiun bumi dan direlai oleh satelit tanpa dilakukan pemprosesan dalam satelit. Kelemahan metode ini komputer yang terhubung langsung pada satelit harus bekerja selama 24 jam. Jika salah satu komputer dimatikan, maka hubungan ke komputer tersebut akan terputus. Keuntungannya satelit komunikasi konvensional dapat digunakan tanpa perlu dimodifikasi. Komputer dalam satelit berfungsi untuk menyimpan sementara informasi yang secara otomatis dapat dilakukan.
2. Cara kerja transmisi data melalui satelit :
Pemanfaatan sistem komunikasi satelit telah memberikan kemampuan bagi manusia untuk berkomunikasi dan mendapatkan informasi dari berbagai penjuru dunia secara simultan tanpa memperhatikan jarak relatifnya. Komponen dasar dari transmisi satelit, yaitu:
• Stasiun bumi digunakan untuk mengirim dan menerima data;
• Satelit disebut juga dengan transponder.
PC yang menggunakan jaringan internet dengan jaringan satelit dikatagorikan sebagai jaringan wireless dengan menggunakan gelombang mikro. Gelombang mikro ini akan ditransmisikan dan diproses oleh stasiun satelit bumi yang kemudian ditransmisikan ke satelit di angkasa luar dan selanjutnya akan diterima kembali oleh stasiun sateit bumi tujuan.
Cara kerja transmisi data melalui satelit dengan memperhatikan komponen-komponen tersebut, yaitu satelit menerima sinyal dari stasiun bumi (up-link) kemudian memperkuat sinyal, mengubah frekuensi dan mentransmisikan kembali data ke stasiun bumi penerima yang lain (down-link). Di dalam transmisi satelit terjadi penundaan atau delay karena sinyal harus bergerak menuju ruang angkasa dan kembali lagi ke bumi, jeda waktu sekitar 0,5 detik. Satelit menggunakan frekuensi yang berbeda untuk menerima dan mentransmisikan data. Jangkauan frekuensi satelit adalah:
• 4-6 giga hertz,disebut dengan C-band;
• 12-14 giga hertz, disebut dengan Ku-Band;
• 20 giga hertz.

Keunggulan media transmisi Satelit
• Area coverage yang luas jangkauan cakupannya baik nasional, regional maupun global, bahkan dapat mencapai setengah dari permukaan bumi;
• VSAT bisa dipasang di mana saja selama masuk dalam jangkauan satelit;
• Mendapatkan koneksi di mana saja. Tidak perlu terjadi LoS (Line of Sight) dan tidak ada masalah dengan jarak karena garis lurus transfer data ke arah luar bumi tidak terhalang oleh bangunan–bangunan/ letak geografis bumi;
• Komunikasi dapat dilakukan baik dari titik ke titik maupun dari satu titik ke banyak titik secara broadcasting dan multicasting;
• Handal dan bisa digunakan untuk koneksi voice (PABX), video dan data dengan menyediakan bandwidth yang lebar dengan menyewa pada provider saja;
• Jika ke internet jaringan akses langsung ke ISP/ NAP router;
• Sangat baik untuk daerah yang kepadatan penduduknya jarang dan belum mempunyai infrastuktur telekomunikasi;
• Media transmisi satellite (VSAT) tidak akan bertabrakan dengan VSAT yang lain karena memiliki orbit masing–masing yang bersifat unik. Jadi, tidak mungkin sama. Sedangkan, pada wireless bisa saja terjadi tabrakan frekuensi dengan pengguna wireless yang lain atau frekuensi di daerah tersebut sudah penuh sehingga mengalami kesulitan.

Kelemahan Media Transmisi Wireless
• Untuk melewatkan sinyal TCP/IP, besarnya throughput akan terbatasi karena delay propagasi satelit geostasioner. Kini berbagai teknik protokol link sudah dikembangkan sehingga dapat mengatasi problem tersebut. Di antaranya penggunaan Forward Error Correction yang menjamin kecilnya kemungkinan pengiriman ulang;
• Dalam hal keamanan, yaitu transmisi data sangat mudah ditangkap karena berjalan melalui udara terbuka;
• Harga relatif mahal karena harga peralatan yang mahal;
• Memakan tempat, terutama untuk piringannya/antenanya;
• Waktu yang dibutuhkan dari satu titik di atas bumi ke titik lainnya melalui satelit adalah sekitar 700 mili second (latency), sementara leased line hanya butuh waktu sekitar 40 mili second. Hal ini disebabkan oleh jarak yang harus ditempuh oleh data yaitu dari bumi ke satelit dan kembali ke bumi. Satelit Geostasioner sendiri berketinggian sekitar 36.000 kilometer di atas permukaan bumi;
• Curah Hujan yang tinggi, semakin tinggi frekuensi sinyal yang dipakai maka akan semakin tinggi redaman karena curah hujan. Untuk daerah seperti Indonesia dengan curah hujan yang tinggi penggunaan Ku-band akan sangat mengurangi availability link satelit yang diharapkan. Sedangkan, untuk daerah daerah sub tropis dengan curah hujan yang rendah penggunaan Ku-Band akan sangat baik. Pemilihan frekuensi ini akan berpengaruh terhadap ukuran terminal yang akan dipakai oleh masing masing pelanggan dan juga media transmisi satelite rentan terhadap cuaca, debu meteor/debu angkasa, dan keadaan cuaca lainnya;
• Sun Outage adalah kondisi yang terjadi pada saat bumi – satelit – matahari berada dalam satu garis lurus. Satelit yang mengorbit bumi secara geostasioner pada garis orbit geosynchronous berada di garis equator atau khatulistiwa (di ketinggian 36.000 Km) secara tetap dan mengalami dua kali sun outage setiap tahunnya. Energi thermal yang dipancarkan matahari pada saat sun outage mengakibatkan interferensi sesaat pada semua sinyal satelit. Sehingga, satelit mengalami kehilangan komunikasi dengan stasiun bumi, baik headend/teleport maupun ground-segment biasa.

Perbandingan Media Transmisi Wireless dan Satellite
Berdasarkan ulasan–ulasan tersebut, maka terlihat perbandingan media transmisi wireless dan satellite. Kelemahan/kelebihan media transmisi wireless/satellite itu dilihat dari kebutuhan dan keperluan pelanggan atau suatu perusahaan tersebut, kemudian dilihat dari sisi pembangunan jaringannya, tempat lokasinya (letak geografis), devicenya dan sisi lainnya.
• Media transmisi wireless lebih murah dibandingkan media transmisi satellite. Kebanyakan media transmisi wireless digunakan dalam koneksi di tempat umum dan ada juga cabang–cabang perusahaan;
• Kebanyakan media transmisi satelite (VSAT) digunakan untuk koneksi dalam perusahaan besar;
• Dilihat dari sisi latency, media transmisi satelite lebih tinggi latency-nya di banding wireless;
• Kemudian, satelite tidak memperhatikan jarak, jauhnya jarak tidak mempengaruhi. Sedangkan, pada wireless jarak mempengaruhi frekuensi transmisi data;
• Pada wireless, semakin tinggi gelombang radio maka semakin tinggi bandwidth tetapi jarak semakin pendek;
• Untuk lokasi, sangat tidak dimungkinkan menggunakan media transmisi wireless di sekitar bangunan atau gedung–gedung tinggi. Hal ini terkesan tidak efektif jika menggunakan media transmisi wireless karena dapat terjadi nLoS ataupun NLoS.
• Dilihat dari segi device yang digunakan, pada satelite transmisi langsung dari satellite. Sedangkan, media transmisi wireless tergantung device yang digunakan (access point, radio link, dll). Pada satelite menggunakan hubungan. Pada media transmisi wireless, menggunakan device access point (AP) untuk transmit data. Sedangkan, Media Transmisi Satelit langsung transmit data dari satelit (VSAT LINK), ada pula menggunakan hubungan. AP biasanya memiliki daerah cakupan sampai 100 meter, yang biasanya disebut cell atau range. Sehingga, untuk jangkauan (area coverage), Media Transmisi Satelit dapat menjangkau lebih jauh dibanding Media Transmisi Wireless. Kemudian, baik Media Transmisi Wireless ataupun Satelit memiliki sistem kerja dengan frekuensi yang berbeda;
• Tergantung pada aplikasi, satelit dapat digunakan dengan desain jaringan darat yang berbeda atau topologi jaringan. Pada sederhananya, satelit dapat mendukung satu arah atau menghubungkan dua arah antara dua stasiun bumi (masing-masing disebut transmisi simplex dan transmisi dupleks). Kebutuhan komunikasi yang lebih kompleks juga dapat diatasi dengan lebih topologi jaringan yang canggih, seperti bintang dan mesh.

Gelombang Frekuensi
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Gelombang mikro
Gelombang mikro (bahasa Inggris: microwave) adalah gelombang elektromagnetik dengan frekuensi super tinggi (Super High Frequency, SHF), yaitu di atas 3 GHz (3x109 Hz).
Jika gelombang mikro diserap oleh sebuah benda, maka muncul efek pemanasan pada benda tersebut. Jika makanan menyerap radiasi gelombang mikro, makanan menjadi panas dan masak dalam waktu singkat. Proses inilah yang dimanfaatkan dalam oven microwave.
Gelombang mikro juga dimanfaatkan pada radar. Radar digunakan untuk mencari dan menentukan jejak suatu benda dengan gelombang mikro dengan frekuensi sekitar 1010 Hz.
Deskripsi Fisik Satelit Komunikasi adalah sebuah station relay gelombang mikro. Digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih transmitter/receiver gelombang mikro pada bumi, yang dikenal dengan stasiun bumi atau ground station. Satelit menerima transmisi di atas satu band frekuensi (uplink), amplifies dan mengulang sinyal-sinyal, lalau mentransmisikannya ke frekuensi yang lain (downlink). Sebuah satelit penorbit tunggal akan beroperasi pada beberapa band frekuensi yang disebut sebagai transponder channel atau singkatnya transponder.

Satelit Komunikasi

Satelit Komunikasi adalah satelit buatan yang dipasang di angkasa dengan tujuan telekomunikasi menggunakan radio pada frekuensi gelombang mikro. Kebanyakan Satelit Komunikasi menggunakan orbit geosinkron atau orbit geostasioner, meskipun beberapa tipe terbaru menggunakan satelit pengorbit bumi rendah. Untuk pelayanan tetap, Satelit Komunikasi menyediakan sebuah teknologi tambahan bagi kabel komunikasi kapal selam optik fiber. Untuk aplikasi bergerak, seperti komunikasi ke kapal laut dan pesawat terbang di mana aplikasi teknologi lain seperti kabel tidak praktis atau tidak mungkin digunakan.
Space segment (bagian yang berada di angkasa) terdiri dari:
• Struktur / Bus
• Payload
• Power Supply
• Kontrol temperature
• Kontrol attitude dan orbit
• Sistem propulsi
• Telemetry, Tracking, & Command (TT&C)
Space segment berguna untuk mengontrol dan memonitor satelit. Hal ini termasuk tracking, telemetry dan command station (TT&C) bersama dengan Satellite Control Centre, tempat operasional dari station-keeping dan checking fungsi vital dari satelit dilakukan. Gelombang radio yang ditransmisi oleh stasiun bumi diterima oleh satelit. Link yang terbentuk disebut UPLINK. Satelit akan mentransmisi gelombang radio ke stasiun bumi penerima dan link nya disebut DOWNLINK. Kualitas dari suatu link radio ditentukan oleh carrier-to-noise ratio. Kualitas dari overall link menentukan kualitas sinyal yang dikirim ke end user.
Pada prinsipnya Satelit Komunikasi merupakan stasiun pengulang (repeater) di angkasa. Sinyal-sinyal yang dikirim oleh antena di bumi setelah diterima diperkuat oleh peralatan-peralatan di satelit kemudian dikirim kembali ke bumi. Keuntungan utama dari Satelit Komunikasi adalah daya tampung lalu lintas telekomunikasi yang besar dan fleksibel serta mempunyai daerah liputan yang luas di bumi. Subsistem-subsistem yang harus dimiliki oleh satelit :
1. Sub-sistem Antena: untuk menerima dan memancarkan sinyal;
2. Transponder: peralatan-peralatan elektronik untuk menerima, memperkuat dan mengubah frekuensi sinyal-sinyal yang diterima dan dipancarkan kembali ke bumi;
3. Sub-sistem pembangkit daya listrik : untuk membangkitkan daya listrik yang dibutuhkan bagi satelit;
4. Sub-sistem pengatur daya : untuk mengatur dan mengubah daya listrik yangdibangkitkanke dalam bentuk-bentuk yang dibutuhkan oleh peralatan-peralatan elektronik;
5. Sub-sistem komando dan telemetri : untuk memancarkan data-data tentang satelit ke bumi dan menerima komando (perintah-perintah) dari bumi;
6. Sub-sistem pendorong (thrust) untuk mengatur perubahan-perubahan posisi dan ketinggian satelit agar bisa berada tetap pada posisi tertentu dalam orbit;
7. Sub-sistem stabilisasi : untuk menjaga agar antena-antena satelit dapat selalu mengarah ke sasaran yang tepat di bumi;
Berdasarkan fungsinya, ground segment dibedakan atas :
1. Stasiun Bumi Utama : stasiun bumi yang berfungsi untuk mengendalikan satelit agar tetap ditempat yang diperintahkan, serta menjalankan fungsi yang dikomandokan.
2. Stasiun Bumi Besar : stasiun bumi yang dapat mengirimkan dan menerima sinyal-sinyal informasi dan siaran televisi.
3. Stasiun Bumi Kecil : stasiun bumi yang dapat mengirimkan dan menerima sinyal-sinyal informasi tetapi hanya dapat menerima siaran televisi.
4. Stasiun Bumi Bergerak (SBB) : stasiun bumi yang untuk keadaan darurat atau pun khusus misalnya peliputan siaran TV secara langsung.
5. Television Reception Only (TVRO) : stasiun bumi yang hanya dapat menerima siaran televisi melalui satelit.

Frekuensi Transponder



Frekuensi yang digunakan pada komunikasi satelit disusun dalam bentuk kanal-kanal yang disebut dengan transponder. Satu satelit bisa memilki banyak transponder, tergantung dari design dan tujuan penggunaannya. Sebagai contoh misalnya Satelit Palapa-D memiliki 40 transponder yang terdiri dari 24 transponder C-band, 11 transponder Ku-band dan 5 transponder Extended C-band. Jumlah transponder sebanyak ini dimaksudkan untuk mengatisipasi kebutuhan pelanggan yang semakin meningkat. Dulu satelit Palapa generasi pertama (Palapa-A1) hanya membawa 12 transponder saja (C-band) karena pada zaman itu (Papala-A1 diluncurkan bulan Juli 1976) kebutuhan akan transponder masih sangat rendah. Contoh lainnya adalah satelit Cakrawarta-1 (diluncurkan bulan November 1997) di mana satelit ini hanya membawa 5 transponder saja (S-band), karena dengan 5 transponder ini sudah cukup untuk menyiarkan 40 program siaran TV berlangganan (Indovision).
Pita frekuensi satelit yang paling populer adalah C-band (4 – 6 GHz) karena sinyal pada frekuensi ini tidak terpengaruh oleh hujan dan bebas dari interferensi sinyal-sinyal microwave teresterial. Alokasi frekuensi pada C-band dirinci dalam gambar di bawah ini, di mana bandwidth satu transponder dibatasi sebesar 36 MHz dan antar transponder diberi jarak (guard band) sebesar 4 MHz (gambar 1b). Gambar 1a memperlihatkan alokasi frekensi dari masing-masing transponder berikut frekuensi tengahnya, sedangkan gambar 1c memperlihatkan frekuensi maksimum dan minimum dari sebuah transponder. (dalam gambar ini diambil contoh transponder 7H).
Berdasarkan contoh dalam gambar 1c di atas maka frekuensi maximum dari transponder 12V adalah 4200 MHz, sedangkan frekuensi minimum dari transponder 1H adalah 3700 MHz. Dengan demikian total frekuensi yang dialokasikan untuk seluruh transponder adalah 4200 - 3700 = 500 MHz.
Sementara itu jumlah total transponder seluruhnya ada 24, sedangkan bandwidth masing-masing transponder 36 MHz dan guard band 4 MHz. Jika dihitung secara linier maka akan diperoleh = 24 transpoder x (36 + 4) MHz = 960 MHz. Artinya, untuk 24 transponder @ 36 MHz dan guard band @ 4 MHz dibutuhkan bandwidth total = 960 MHz. Tetapi, pada kenyataanya cukup dengan 500 MHz saja kebutuhan itu sudah tercukupi. Artinya, kita bisa menghemat bandwidth hampir separuhnya. Hal ini bisa terjadi karena ada sifat polarisasi gelombang (elektromagnetik) yang bisa dimanfaatkan, yaitu bahwa dua buah gelombang yang polarisasinya saling tegak lurus akan terisolasi satu sama lain. Besarnya faktor isolasi ini adalah sekitar 30 dB atau seper-seribu. Dengan kata lain, dua buah sinyal dapat menggunakan satu frekuensi yang sama asalkan polarisasinya berbeda 90 derajat. Dengan memanfaatkan fenomena ini maka kita bisa menghemat bandwidth hingga separuhnya.

Stasiun bumi adalah terminal telekomunikasi yang berada di bumi, yang didesain untuk berkomunikasi dengan pesawat luar angkasa atau menerima gelombang radio dari luar angkasa.
Stasiun bumi biasanya dibangun di tempat yang jauh dari permukiman penduduk karena "radiasi" atau kawasan industri yang berdebu.
Stasiun Bumi (Ground Segment) adalah bagian dari sistem transmisi satelit yang terletak di bumi dan berfungsi sebagai stasiun terminalnya; yaitu pengubah signal Base Band dan/atau signal frekuensi suara, menjadi signal dengan frekuensi radio, dan sebaliknya sebagai stasiun terminalnya.



Gambar. Stasiun Bumi LAPAN (Rumpin)
Pada awal operasi, stasiun bumi dibedakan menjadi 5 macam berdasarkan kepada fungsi, kapasitas dan fasilitas dari stasiun bumi yang bersangkutan. Kelima macam stasiun bumi itu yakni :
• Stasiun Pengendali Utama,
• Stasiun Bumi Besar,
• Stasiun Bumi Sedang,
• Stasiun Bumi Kecil,
• Stasiun Bumi Mini
Di Indonesia, stasiun bumi yang terkenal adalah Stasiun Bumi Jatiluhur, yang merupakan pusat kendali satelit Palapa dan Stasiun Bumi Pare-Pare.

Sumber Daya Satelit
Setiap satelit membutuhkan sumber daya power. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan adalah biaya, daya tahan, dan efektivitas (jumlah daya yang dihasilkan). Satelit menghabiskan banyak listrik. Penempatan power sumber daya dipasang di dalam atau di luar satelit.
Beberapa sumber daya power yang mungkin untuk satelit meliputi:
• panel surya
• baterai
• daya nuklir
• generator panas

DAFTAR ISTILAH
Satelit : Satelit adalah benda yang mengorbit benda lain dengan periode revolusi dan rotasi tertentu. Ada dua jenis satelit yakni satelit alam dan satelit buatan.
Orbit : merupakan jenis-jenis tempat beredarnya satelit mengelilingi permukaan bumi.
Frekuensi: adalah ukuran jumlah putaran ulang per peristiwa dalam satuan detik dengan satuan Hz. Contoh. VHF (144MHz), UHF (430 MHz), S-Band (2,2 GHz) dst.

Stasiun Bumi: adalah terminal telekomunikasi yang berada di bumi, yang didesain untuk berkomunikasi dengan satelit atau pesawat luar angkasa.

5 W + 1 H
WHAT : Satelit merupakan sebuah benda di angkasa yang berputar mengikuti rotasi bumi.
WHEN : Sputnik-1 merupakan satelit pertama yg dibuat oleh manusia pada tahun 1957.
WHERE : RUSSIA.
WHO : SOVIET – RUSSIA , TELKOM, INDOSAT, BRI, LAPAN (Indonesia).
WHY : Untuk membantu manusia dalam hal komunikasi antar pulau (baik dalam bentuk digital ataupun analog).
HOW : Dengan menempatkan Satelit di orbit maka satelit tersebut dapat berperan sebagai Repeater.
(POINT2)
* JENIS – JENIS SATELIT
- Satelit Astronomi
- Satelit Komunikasi
- Satelit Pengamatan Bumi
- Satelit Navigasi
- Satelit Cuaca
- Stasiun Angkasa

* ORBIT SATELIT
- Orbit Rendah (LEO) 300 – 1500 Km
- Orbit Menengah (MEO) 1500 – 36.000 Km
- Orbit Geostasioner (GEO) 36.000 Km
- Orbit Tinggi (HEO) > 36.000 Km

* JENIS – JENIS ORBIT
- Orbit Ekuatorial
- Orbit Polar
* KOMPONEN – KOMPONEN SATELIT
- Muatan / Payload ( Kamera, Repeater, APRS, AIS)
- PCDH / OBDH
- Sumber Tenaga (BATTERAI)
- Solar Cell
- Pemancar (Transmiter)
- Antenna (Omni, Directional, Yagi)

* JENIS – JENIS FREKUENSI
- VHF
- UHF
- L-Band
- S-Band
- C-Band
- X-Band

* STASIUN BUMI (GROUNDSTATION)
- Antenna
- Groundstation Network
- Transceiver (Transmiter & Receiver)


* SATELIT – SATELIT LAPAN
- Satelit LAPAN-TUBSAT (LAPAN-A1)
- Satelit LAPAN-ORARI (LAPAN-A2)
- Satelit LAPAN-IPB (LAPAN-A3)

* SATELIT – SATELIT LAIN NYA
- Satelit TERRA
- Satelit AQUA




Others
Teknologi Satelit
16 Oct 2018 •
Perubahan Iklim
15 Oct 2018 •
Merasa gak yah kalo akhir-akhir ini cuaca di beberapa kota di Indonesia terkesan agak panas. Selain makin panasnya cuaca di sekitar kita, kita tentu juga menyadari makin banyaknya bencana alam…
Yuk, Belajar Dunia Keantariksaan di LAPAN
17 Sep 2018 •
Saat ini semangat dan antusias generasi muda untuk belajar mengenai Iptek penerbangan dan antariksa sangatlah tinggi, seperti halnya sejumlah 5 siswa kelas 6 SDN jati 01 pagi, Jakarta…
LAPAN Kenalkan Teknologi Antariksa Sejak Usia Dini
14 Sep 2018 •
LAPAN melaksanakan kegiatan edukasi keantariksaan di TKIT USWAH Harapan Baru, Bekasi Barat (14/09). Kegiatan ini dihadiri oleh 50 siswa-siswi beserta guru pendamping. Acara yang dilaksanakan di ruang aula sekolah…
Selfie Yuk…
22 Feb 2016 •
Gerhana Matahari adalah kejadian alam yang luar biasa dan menyita perhatian seluruh makhluk di permukaan Bumi, tidak hanya manusia saja tetapi juga flora fauna yang turut memberi respon terhadapnya. Pada…
Dampak Sulfur Dioksida Gunung Merapi
09 Jan 2015 •
Gunung Merapi yang terletak di bagian tengah Pulau Jawa merupakan salahsatu gunung teraktif di Indonesia. Gunung ini memiliki siklus erupsi yang cukup singkat yaitu dua sampai lima tahun sekali…


Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2018 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL